Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Asal Usul Reog Ponorogo



  Hai guys. . . .? ? ? ? Apakah kamu tahu asal usul reog Ponorogo? Anak Ponorogo seharusnya sudah tahu donk? ? ? Untuk teman yang bukan anak Ponorogo kalau belum tahu ini ceritanya. . . Mau tahu kan. . . Ya aku akan cerita sedikit asal usul Reog Ponorogo.

Yang pertama, secara garis besar, di Ponorogo paling tidak dikenal 2 (dua) versi utama kisah asal-usul Reyog Ponorogo, yaitu :

>>> Versi Bantarangin,


 >>>  Versi Ki Ageng Kutu Suryangalam, 
 
Versi Bantarangin menyebut empat peran dalam reyog:
seorang raja kerajaan Bantarangin bernama Klono Sewandana, Patihnya yang bernama Bujang Ganong, sekelompok prajurit kavaleri kerajaan Bantarangin, dan Singa Barong penguasa hutan Lodaya.

Sementara itu, versi Ki Ageng Kutu Suryangalam hanya mengenal tiga peran: Bujang Ganong, sekelompok pasukan berkuda, dan Singa Barong.


Singo Barong dan Klana Sewandana adalah dua orang saudara seperguruan yang telah lama menjadi musuh bebuyutan. Permusuhan keduanya makin meruncing saat mereka secara bersamaan mengikuti sebuah sayembara dengan tiga persyaratan yang sangat mustahil untuk dipenuhi.
Pada sayembara dimana pemenangnya bisa menikahi putri cantik Sanggalangit yang juga anak penguasa terkemuka di Kediri, peserta diharuskan mempersembahkan tiga syarat Yang pertama: seratus empatpuluh empat ekor kuda kembar lengkap dengan penunggangnya yang tampan. Yang kedua: mahluk berkepala dua. Dan Yang ketiga tontonan menarik yang belum pernah disaksikan siapapun (yang tidak ada duanya di dunia)
Iri Singo Barong makin menjadi saat tahu saingannya berhasil mendapatkan seratus empatpuluh empat ekor kuda yang tidak cuma kembar namun juga memiliki surai dan ekor berwarna emas. Dengan licik, ia memerintahkan orang kepercayaannya untuk merebut persyaratan pertama yang telah sukses dipenuhi Klono Sewandana tersebut.
Akibatnya terjadi pertempuran sengit yang memakan banyak korban dari kedua belah pihak, bahkan akhirnya Singo Barong dan Klana Sewandana harus berhadapan dan bertarung. Singo Barong nyaris saja menang, sayang matahari terbit yang menjadi pantangannya keburu muncul.
Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Klana Sewandana, yang berhasil mengubah sosok Singa Barong menjadi mahluk berkepala dua di akhir pertarungan mereka. Kepala yang pertama adalah singa, sementara yang kedua berwujud merak, mahluk peliharaan Singa Barong yang selama ini bertengger dikepalanya untuk membersihkan kutu di kepala pria itu.
Siapa sangka, Singo Barong yang telah berubah wujud singa-merak membuat Klana Suwandana sukses memenuhi syarat kedua. Untuk syarat ketiga, Kelana mengarak Singo Barong yang telah berubah wujud menjadi singa sambil diiringi gamelan unik yang terbuat dari bambu dan kayu.
Pada akhirnya, Klana Sewandana tampil sebagai pemenang. Tidak cuma menikahi Sanggalangit dan menjadi penguasa Kediri, ia juga mewariskan kesenian arak-arakan singa dan gamelan yang kini dikenal dengan nama Reog Ponorogo.
Nah begitu lah ceritanya teman-teman. . . kalian sudah tahu kan? Khususnya untuk warga kab. Ponorogo janganlah lupa dengan kesenian tarian kita yang tidak ada duanya di dunia ini. Kita harus melestarikan tarian budaya kita, dan kita harus mencintainya. . . okay ! ! !


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar